Edukasi Keuangan Keuangan
Mar 19, 2015

Mengetahui Lebih Dalam Tentang Standar Akuntansi Keuangan

Banyak dari Anda yang mungkin masih juga belum memiliki gambaran tentang apa yang akan dibahas dalam artikel ini. Mari kita mulai dengan menjabarkan definisinya terlebih dahulu. Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. SAK adalah hasil perumusan Komite Prinsipiil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984. SAK di Indonesia merupakan terapan dari beberapa standar akuntansi yang ada seperti, IAS,IFRS,ETAP,GAAP. Selain itu ada juga PSAK Syariah dan juga SAP.

SAK berfungsi untuk keseragaman laporan keuangan, selain itu, SAK juga berfungsi untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan, mempermudah auditor serta mempermudah pembaca laporan keuangan untuk memahami dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda beda. Ada beberapa penjelasan dari macam macam Standar Akuntansi Keuangan.

PSAK-IFRS

PSAK – IFRS adalah singkatan dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan – International Financial Reporting Standards. Sebagian dari Anda mungkin bertanya tanya mengapa Indonesia mengadopsi IFRS. Hal ini karena Indonesia adalah bagian dari IFAC. Bagian dari IFAC secara otomatis harus mematuhi SMO (Statement Membership Obligation) yang menjadikan IFRS sebagai standar akuntansi. Ada beberapa manfaat dari penerapan IFRS. Yang pertama adalah dapat meningkatkan daya banding laporan keuangan. IFRS juga dapat memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal Internasional. Manfaat selanjutnya adalah dapat menghilangkan hambatan arus modal Internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan. Manfaat berikutnya adalah mengurangi biaya pelaporan keuangan perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis dan yang terakhir adalah dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju best practice.

Ada beberapa “Principles Base” yang digunakan IFRS. Yang pertama adalah untuk lebih menekankan Interpretasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut. Prinsip kedua adalah standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi. Dan prinsip ketiga adalah dibutuhkan professional judgement pada penerapan standar akuntansi.

SAK – ETAP

SAK ETAP merupakan Standard akuntansi keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. ETAP di sini berarti Entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik yang signifikan serta menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum bagi pengguna eksternal. SAK ETAP memiliki banyak manfaat antara lain membantu perusahaan perusahaan kecil menengah dapat menyusun laporan keuangannya sendiri dan juga dapat pula diaudit dan dan mendapatkan opini audit, sehingga perusahaan dapat menggunakan laporan keuangannya untuk mendapatkan dana untuk pengembangan usahanya.

Manfaat lainnya dari SAK ETAP adalah bahwa lebih mudah implementasinya dibandingkan PSAK-IFRS karena lebih sederhana. Meskipun bisa dibilang sederhana namun tetap dapat memberikan informasi yang handal dalam penyajian laporan keuangan. Disusun dengan mengadopsi IFRS for SME dengan modifikasi sesuai dengan kondisi di Indonesia serta dibuat lebih ringkas. Namun, SAK ETAP masih memerlukan profesional judgement namun tidak sebanyak untuk PSAK-IFRS.

PSAK Syariah

Dari namanya, kita bisa tahu bahwa ini adalah SAK yang dilakukan berdasarkan prinsip prinsip Islam. PSAK Syariah terdiri dari Kerangka Konseptual, Penyajian Laporan Keuangan Syariah, Akuntansi Murabahah, Musyarakah, Mudharabah, Salam dan Istishna.

SAP

SAP singkatan dari Standar Akuntansi Pemerintah. SAP ini diterbitkan oleh SAP ini ditetapkan sebagai PP (Peraturan Pemerintah) yang diterapkan untuk entitas pemerintah dalam menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).

image source: timeprep.me


×