24-hour Call Center (021) 2929 9999

» Artikel Kesehatan » World Leprosy Day

January 26, 2018 Comments (0) Views: 34 Artikel Kesehatan

World Leprosy Day

# World Leprosy Day – January 28th, 2018.

• Setiap hari, 52 anak laki-laki dan perempuan didiagnosa dengan leprae di seluruh dunia
• Tahun 2015, 8,9% kasus baru diderita oleh anak-anak
• Proaktif, deteksi dini dan terapi leprae harus merupakan prioritas untuk mencegah penularan penyakit leprae pada anak-anak.
• Tema tahun 2018 yaitu “Zero Disabilities in Girls and Boys”

Leprosy atau Leprae atau yang sering kita dengar dengan istilah penyakit kusta atau Morbus Hansen (dalam istilah medis), merupakan penyakit tertua yang timbul sejak 1400 tahun Sebelum Masehi. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menahun menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang ditimbulkan bukan hanya dari segi medis (penyakitnya sendiri), namun juga membawa dampak psikososial bagi penderitanya. Bahkan penyakit ini menimbulkan stigma negatif di masyarakat yang sampai saat ini masih ada dan ditakuti.

Penyakit kusta merupakan penyakit kronis menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, merupakan kuman tahan asam, yang menyerang kulit dan saraf tepi, berlanjut pada saluran pernapasan, mata dan jaringan lain kecuali otak (saraf pusat). Masa inkubasi (masa dari saat penyakit masuk ke dalam tubuh atau penularan sampai saat timbulnya penyakit tersebut) kuman ini sangat lama yaitu sekitar 5 tahun dan gejala dapat muncul 20 tahun kemudian.

Penularan penyakit kusta :
• Sentuhan kulit terutama saat mengalami luka
• Melalui bersin atau lendir dari hidung
• Kontak dengan pakaian dan handuk penderita
• Kontak langsung yang erat dan lama

Penularan penyakit kusta bergantung pada :
• Sumber penularan dari penderita kusta
• Kuman M. leprae yang bertahan di jaringan kulit
• Imunitas orang tersebut
• Lingkungan tempat tinggal : kepadatan penduduk, penghuni serta kebersihan air

Tanda-tanda dan gejala penyakit kusta:

  • Terdapat bercak putih di kulit seperti panu atau kemerahan
  • Tidak gatal, tidak sakit, kurang atau hilang rasa
  • Penderita terkadang tidak merasa terganggu
  • Ada bintil kemerahan yang tersebar
  • Alis rambut rontok
  • Muka benjol-benjol dan merasa tegang
  • Jika mengenai saluran pernapasan akan menimbulkan suara parau

Pencegahan:

  • Melalui penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit kusta
  • Meningkatkan kebersihan lingkungan
  • Meningkatkan pola hidup bersih dan sehat
  • Makan makanan gizi seimbang
  • Menjaga kebersihan diri
  • Segera memeriksakan diri ke puskesmas bila menemukan tanda-tanda dan gejalanya.

Penyakit kusta sudah ada obatnya, semakin cepat penyakit ini diobati, maka penderita kusta dapat sembuh dan kecacatan tidak akan terjadi, serta diharapkan tidak akan menularkan penyakit pada orang lain. Penyakit kusta dapat disembuhkan dengan obat kombinasi atau MDT (Multi Drug Therapy) sesuai dengan jenis kusta yang diderita, usia, serta berat badan penderitanya. Lama pengobatan penyakit ini 6-12 bulan dimana obat harus diminum secara rutin setiap harinya. Obat untuk penyakit kusta ini tersedia secara gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit Umum (Pemerintahan), sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memberantas penyakit ini. Sehingga obat ini tidak dijual bebas di apotek umum. Dengan menjalani pengobatan dini secara patuh dan teratur, penderita kusta dapat sembuh dan kembali beraktifitas normal. Namun bagi penderita kusta yang sudah mengalami cacat tetap, maka pengobatan hanya dapat mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut.

Mari kita rangkul penderita kusta dengan memahami akan kondisi yang dialaminya. Dengan membantu proses penyembuhan penderita kusta, maka kita juga turut serta mengurangi jumlah penderita di negeri tercinta ini. Mengurangi jumlah penderita sama dengan mengurangi risiko penularan penyakit terhadap orang-orang yang kita sayangi. Hapus stigma negatif tentang kusta, karena kusta dapat disembuhkan.

Pahami gejalanya, Segera lakukan pemeriksaan ke Puskesmas/Rumah sakit terdekat jika sudah melihat tanda & gejala penyakitnya, Awasi dan pantau pengobatan penderita secara rutin, dan tetap percayakan ASURANSI MAG sebagai asuransi kesehatan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>