Edukasi Keuangan Keuangan
Mar 19, 2015

Mengenal Rasio Keuangan Perusahaan

Guna menggambarkan perkembangan keuangan atau financial sebuah perusahaan, penting untuk dilakukan analisa atau interpretasi semua data yang berhubungan dengan keuangan atau financial. Data financial dapat dengan mudah ditemui pada laporan keuangan perusahaan. Dalam menganalisa keadaan keuangan perusahaan tersebut biasanya menggunakan rasio keuangan perusahaan.

Dengan menggunakan rasio keuangan, setidaknya beberapa pertanyaan dalam sebuah perusahaan dapat terjawab. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan likuiditas perusahaan, efektivitas manajemen dalam menghasilkan keuntungan atau laba dari operasi aktiva, bagaimana pendanaan perusahaan dan tentang tingkat pengembalian pemegang saham. Di bawah ada beberapa hal yang berhubungan dengan laporan keuangan yang sering digunakan dalam sebuah perusahaan.

Perbandingan Rasio yang Digunakan

Perbandingan rasio keuangan perusahaan yang bisa digunakan untuk menganalisa ada dua, yaitu:

  1. Rasio yang digunakan adalah perbandingan rasio antara rasio sekarang dengan rasio-rasio yang sudah digunakan. Atau bisa juga menggunakan perbandingan rasio yang sekarang dengan rasio yang akan digunakan pada waktu mendatang. Keduanya dilakukan pada perusahaan yang sama.
  2. Menggunakan perbandingan rasio-rasio sejenis dengan rasio yang digunakan oleh perusahaan lain yang sejenis pula dalam waktu yang sama.

Informasi yang relevan akan diperoleh dengan menggunakan salah satu pilihan perbandingan rasio keuangan perusahaan tersebut. Perusahaan bisa juga menggunakan kedua perbandingan rasio tersebut secara bersamaan.

Angka Rasio yang Digunakan

Baik perbandingan rasio keuangan di dalam perusahaan yang sama maupun antar perusahaan, hanya ada tiga buah jenis angka rasio yang boleh digunakan, yaitu:

  1. Angka Rasio Neraca, dimana angka rasio ini berupa neraca yang dapat diwujudkan dengan current ratio, current asset to total asset ratio, acid test ratio, dan current liabilities to total asset ratio serta masih banyak lagi rasio neraca lainya.
  2. Rasio Laporan Keuntungan (Laba) Rugi. Rasio keuangan ini bisa didapat dari data yang berdasarkan pendapatan statement. Contoh dari rasio ini adalah net margin, gross profit, operating ratio, operating margin dan masih banyak lagi yang lain.
  3. Rasio Antar Laporan Keuangan, merupakan sebuah ratio keuangan yang dibuat dari neraca beserta data lain yang berasal dari pendapatan statement. Contoh dari rasio ini adalah asset turnover, receivable turnover, dan inventory turnover.

Bentuk Umum Rasio Keuangan perusahaan

Secara umum, rasio keuangan perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu seperti yang ada di bawah ini:

  1. Rasio Liquiditas

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek yang berkaitan dengan hutang piutang dalam jangka pendek pula. Kondisi keuangan dikatakan baik jika Current ratio berada pada angka 200% dan Quick ratio pada angka 100%. Di dalam rasio liquiditas terdapat 3 rasio yang berbagung menjadi satu, yaitu current ratio, quick ratio dan cash ratio.

  1. Rasio Solvabilitas

Rasio ini digunakan untuk mengukur perbandingan antara dana yang dimiliki oleh pemilik dan dana yang dipinjam dari direktur sebuah perusahaan. Rasio ini berfungsi untuk mengukur kemampuan aktiva perusahaan dengan menggunakan biaya yang berasal dari hutang rasio ini guna menunjukan keamanan sebuah perusahaan dari pemberi pinjaman dana.

  1. Rasio Rentabilitas

Rasio ini sering disebut dengan rasio Profitabilitas. Fungsi dari rasio ini adalah untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam memperoleh keuntungan. Profibilitas ini mampu menunjukan hasil perbandingan antara keuntungan dengan modal perusahaan yang digunakan untuk memperoleh keuntungan tersebut.

image source: netdna-ssl.com


×